Rakerda MUI Muratara 2026 Menggema: Sinergi Ulama dan Umara Gaungkan Pendidikan Adab

MUARA RUPIT – Suasana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2026 berlangsung penuh semangat. Forum ini menjadi momentum penting menyatukan langkah ulama dan umara dalam memperkuat pendidikan adab dan etika bagi generasi muda Muratara.

Mengusung tema sinergi ulama dan umara, Rakerda kali ini menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya berbicara jalan dan gedung, tetapi juga menyentuh pondasi moral masyarakat. Isu pembinaan karakter pelajar menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.

Bupati H. Devi Suhartoni hadir langsung membuka kegiatan. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa adab adalah dasar sebelum ilmu berkembang. Menurutnya, generasi cerdas tanpa etika akan kehilangan arah dalam kehidupan sosial.

Tak sekadar forum diskusi, Rakerda ini juga dirangkai dengan Training of Trainer (ToT) pemateri adab dan etika tingkat Sekolah Dasar. Langkah ini disebut sebagai upaya konkret menyiapkan tenaga pembimbing yang siap turun langsung ke sekolah-sekolah.

Ketua MUI Muratara menyampaikan bahwa tantangan moral generasi muda semakin nyata. Pengaruh media sosial, perubahan gaya hidup, hingga minimnya pengawasan lingkungan menjadi alasan kuat perlunya gerakan pembinaan yang terstruktur.

Sinergi ulama dan umara dinilai sebagai kombinasi strategis. Ulama membimbing dari sisi nilai dan moral, sementara pemerintah menghadirkan dukungan kebijakan serta fasilitas. Jika berjalan beriringan, keduanya diyakini mampu memperkuat karakter pelajar sejak dini.

Meski demikian, publik tentu menanti implementasi nyata di lapangan. Program pendidikan adab harus berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang hanya menggema di ruang rapat.

Rakerda 2026 ini juga menjadi sinyal bahwa Pemkab Muratara ingin menempatkan pembangunan mental-spiritual sejajar dengan pembangunan fisik. Pendidikan karakter diposisikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Kini, gaung sinergi ulama dan umara telah dibunyikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan gema itu benar-benar terdengar hingga ke ruang-ruang kelas dan kehidupan sehari-hari masyarakat Muratara.

Red. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama